Keterkaitan Syari’ah, Fikih, dan Ushul Fikih
Sebelum mengetahui keterkaian antara syari’ah, fikih, dan ushul fikih terlebih dahulu kita mengetahui definisinya:
Syari’ah adalah aturan-aturan hidup yang ditetapkan oleh Allah dan mengatur segala aspek kehidupan manusia.
Fikih adalah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syara’ (hukum-hukum yang bersumber dari syari’ah) yang bersifat amali (perbuatan manusia) dan diambil dari dalil-dalil yang rinci.
Ushul fikih adalah alat untuk menafsirkan ketentuan syari’ah. Sehingga menghasilkan hukum (yang disebut fikih).
Antara syari’ah, fikih, dan ushul fikih saling berkaitan. Syari’ah adalah ketentuan Allah yang harus diimplementasikan manusia dalam kehidupan kesehariannya. Untuk mengimplementasikan syari’ah diperlukan upaya menafsirkan kandungan syari’ah menjadi lebih rinci. Proses perincian atau penjelasan ini disebut dengan ijtihad atau istimbat. Proses ijtihad/ istimbath ini harus menggunakan kaidah, dasar atau metode yang dapat dipertanggung jawabkan. Kaidah-kaidah tersebut lazim disebut dengan Ushul Fikih. Hasil dari proses perincian dan penjelasan (proses usul fikih) disebut Fikih.

Sumber : buku Fiqh dan Ushul Fiqh, (Dr. Ali Sodikin, DKK.) ringkasan dari halaman 1-22

Comments

Popular posts from this blog

Problem Zakat Fitrah Sekarang Ini

Komparasi Metode Istimbath NU dan Muhamadiyyah, Solusi kebingunan