Pendidikan di Jepang yang Mengesankan

Pendidikan di Jepang yang Mengesankan

Negara Jepang merupakan salah satu negara maju Asia. Maka, seharusnya menjadi Uswatun Hasanah bagi negara-negara berkembang lainnya.  Untuk menunjang pembangunan bangsanya, salah satu aspek pertama yang harus diperbaiki adalah aspek pendidikan. Karena pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan sumber daya manusia bangsa.
Sumber daya manusia sangtlah diperlukan, sehingga tidak terlalu bergantung kepada sumber daya alam. Karena jika menggunakan sumber daya alam, maka akan menjadi terkikis dan habis. Permasalahan ini seharusnya dicegah agar anak cucu kita dapat mewarisi dan merasakan apa yang kita rasakan.
Selain itu, peningkatan sumber daya manusia merupakan bagian dari proses tranformasi dari negara agraris menjadi negara industri. Karena permasalahan yang dialami negara berkembang adalah; masih menerapkan pertanian sebagai sumber penghasilan utama bagi negaranya. Sementara income dari pertanian sangat kecil dibandingkan income industri.
Maka dari itu, negara berkembang semestinya memandang negara maju sebagai suri tauladan agar dapat menjadi acuan dan motivasi. Dimulai dari hal kecil seperti pendidikan di negara Jepang:

Pendidikan Anak

Pendidikan anak merupakan akar yang menjadi landasan bagi batang dan ranting kelak jika anak tumbuh dewasa. Maka dari itu pendidikan anak harus diperhatikan. Seperti Jepang, inti dari pendidikan formal pada tingkat SD adalah Keisan, kaku, kugo, atau aritmatic, writing, riding. Jepang memang hanya mempunyai standar kompetensi yang tidak muluk-muluk. Karena bagi anak tiga hal tersebutlah yang harus diperhatikan.
Agar tidak membosankan anak terhadap sekolahnya dan untuk menaikkan semangat anak, mereka menetapkan sistem undokai. Undokai adalah pekan olehraga sekolah yang diadakan setengah semester sekali. Ini merupakan salah satu bentuk kreatif agar pendidkan tidak terlalu monoton.
Yang menjadi menarik dari pendidikan Jepang adalah Okusanma kyoiku. Okusama Kyooiku adalah pendidikan ibu-ibu sekolah. Jadi Ibu diberi pengetahuan tentang materi-materi yang diajarkan sekolah kepada anaknya. Sebelum sekolah mengajarkan materi kepada anak, terlebih dahulu ibu diberi materi. Tujuan dari Okusanma Kyoiku agar anak dapat menguasai materi–walaupun tidak menguasai materi seutuhnya- dan ketika anak lupa, ibu dapat mengingatkan ketika di rumah.

Pendidikan Moral

Selain itu, orang Jepang mempunyai budaya toleransi dan saling berkompetisi. Dalam Islam kesadaran tentang toleransi (tasamuh) sangat ditekankan bagi umatnya. Karena karakter, budaya, dan etnis manusia sangat beragam. Jika menghapi perbedaan, maka siafat tasamuh-lah yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifat tasamuh merupakan pencegahan preventif untuk menanggulangi sifat etnosentrisme dan primordialisme.
Selain itu, semagat berkompetensi  atau dalam al-Qur’an disebut fastabiq al-khoirot sangat diperlukan untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Tujuannya agar dapat menjadi manusia yang utama dan semakin  terdepan dari yang lainnya.
Budaya yang lainnya adalah kyodo atau gotong royong. Nampaknya tidak orang jawa saja yang menonjolkan budaya gotong royong. Masyarakat Jepang saling guyub dengan masyarakat yang lainnya. Selain itu juga Jepang mempunyai budaya yang tinggi terhadap kyoto (persaingan). Persaingan yang tinggi dan sehat untuk mencapai sesuatu merupakan hal yang sangat diperhatikan.
Dan yang terakhir adalah Shokaijo (introduksi). Ketika orang Jepang bertemu untuk menjalankan kerjasama atau kebutuhan bersama, dan antara satu dan yang lainnya tidak saling mengenal, maka aturan pertama adalah merunduk (ojigi) dan memberikan kartu nama (meisi). Ketika berasal dari negara asing dan kurang lancar dalam berbahasa Jepang, maka biasanya dapat menggunakan durkaisha atau perantara.
Demikian pendidikan formal maupun pendidikan secara moral yang perlu kita contoh. tidak ada salahnya kita mencontoh budaya yang baik. Dan akhirnya, semoga negara kita dapat mecontoh kemajuan negaranya. Sekian da terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Problem Zakat Fitrah Sekarang Ini

Komparasi Metode Istimbath NU dan Muhamadiyyah, Solusi kebingunan