5 Rahasia Pernikahan yang Harus Kamu Ketahui!!!
5 Rahasia Pernikahan dalam al-Qur’an
Manusia
memang dicaptikan Allah saling berpasang-pasanagan. Oleh karena itu, selayaknya
kita berusaha mencari pasangan kita. Untuk itu jangan menunda-nunda mencari
pasangan, karena pernikahan itu sunnah Nabi Muhammad. Dalam sebuah
Hadist di katakan:
النكاح سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني
“Nikah itu sebagian dari
sunnahku, barang siapa orang yang tidak suka dengan sunnahku maka bukanlah
golonganku”
Maka dari itu kita seharusnya
melakukan sunnah Rasulullah ini, dengan
itu kita akan termasuk bagian dari golongan Rasulullah.
Di dalam
al-Qur’an ada beberapa trik-trik yang jitu dalam mengatur hubungan laki-laki
dan perempuan, sehingga kedua insan tersebut menjadi keluarga yang harmonis. Berikut
saya mencoba menjelaskannya:
1 1.
Saling mengenal dan
mengerti satu sama lain
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal. Di sisi Allah sungguh yang palling mulia
adalah orang yang paling taqwa.”
Mengambil
dari semangat ayat di atas, langkah pertama adalah saling mengenal antara satu
sama lain. Dari perkenalan itu kita dapat berlomba-lomba untuk menjadi yang
termulia di sisi Allah, dengan cara menjadi orang yang paling taqwa (orang yang
sangat giat menjalankan perintahnya, dan sangat giat menjauhi larangannya).
2.
Menyunting dengan
orang yang sepadan
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ
وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang
keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)"
Maka setelah berlomba-lomba menjadi orang yang bertaqwa
(orang yang bertakwa adalah orang baik), maka selanjutnya memilih pasangan,
pasangan yang baik yang menjalankan perintah Allah dan mnjauhi larangannya maka
akan mendapat pasangan yang baik pula. Begitupun pasangan yang keji, pasangan
keji akan mendapat pasangan yang keji pula.
3.
Keluarga sakinah,
mawadah, dan rahmah
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجاً
لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي
ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : “Dan di antara
ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,
supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan
rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].
Selanjutnya
ketika sudah menjalin keluarga, maka seharusnya kedua pasangan tersebut di
bawah atap atmosfer kenyamanan. Selain itu, mawadah dan Rahmah juga sangat
pnting. Apakah mawadah dan rahmah itu? Mawadah adalah Mawadah adalah perasaan
ingin bersatu atau bersama. Rahmah adalah kasih sayang dan kelembutan, timbul
terutama karena ada ikatan. Maka dari
itu menjalin kekeluargaan harus dengan kenyamanan, kebersamaan, dan kasih
sayang.
4.
Dianugrahi karunia
anak, cucu dan rizki
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ
لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
Artinya: “Allah menjadikan bagi kamu
istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu
itu, anak anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka
mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?”
(An-Nahl: 72)
Setelah
menjalani pernikahan, Allah akan mengkaruniai anak dan cucu. Serta Allah akan
memberikan Rizki bagi pasangan pernikahan tersebut.
وَأَنْكِحُواْ الأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ
وَإِمائِكُمْ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah
orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak
(berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.
Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).
Ayat
diatas jelas bahwa dengan nikah Allah akan mecukupi segala kebutuhan, yang
sebelumya fakir dan miskin, Allah akan menjadikannya kaya.
5.
Mengingat atas
karunia yang didapat karena pernikahan
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“dari segala sesuatu kami
telah ciptakan saling berpasangan, agar kamu mengingat (Allah)” (QS.
Adz Dzariyaat:49)
شَيْءٍ adalah lafadz ‘am
(umum), mkasudnya adalah lafadz itu tanpa
terbilang ulum tanpa ada batasan. Maka dari itu, pasangan suami istri juga
termasuk dalam ayat tersebut. Maksud dari ayat di atas, setelah memperoleh
kenyamanan, kebersamaan, ksasih sayang, dan rizki. Maka tentulah kita akan
berfikir dan mengingat, bahwa semua itu atas karunia Allah.
Comments